Mengenal apa itu desinfektan dan cara penggunaannya pada pemberantasan hama di kandang


Salah satu cara pencegahan penyakit pada hewan ternak yang dipelihara adalah dengan cara desinfektan kandang. Kali ini kita akan membahas soal desinfektan. Materi ini diambil dari presentasi Drh. Yoga Pratama dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Tangerang
Beberapa hal tentang desinfektan
  1. Apa itu desinfektan?
  2. Apa itu Antiseptik?
  3. Penggolongan Desinfektan (jenis-jenis desinfektan)
  4. Prinsip kerja desinfektan (Cara pemakaian desinfektan)

Definisi
Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Pada suatu lokasi / objek
(contoh : Kamar tidur, ruang tamu, dapur, kandang ternak, ruang bedah operasi dan sebagainya)
Antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup.
(contoh : antiseptik luka, sterilisasi permukaan kulit dan jaringan dibawahnya sebelum pembedahan / operasi)
Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya (DAYA RACUN)

PROSES DESINFEKSI
Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal beberapa cara, yaitu:
1. cara fisik (pemanasan)
2. cara filtrasi (penyaringan)
3. cara kimia (dengan bahan kimia)
4. cara radiasi (contohnya radiasi dengan sinar UV)
Dalam tulisan / bahasan kali ini hanya difokuskan kepada cara kimia, khususnya jenis-jenis bahan kimia yang digunakan serta aplikasinya. Bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektivitas dan fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan.

PENGGOLONGAN DAN SIFAT BAHAN KIMIA DESINFEKTAN
Bahan-bahan kimia yang umum digunakan sebagai Desinfektan dipasaran:
1.Klorin
- Mekanisme kerjanya menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat (energi) di dalam sel bakteri sehingga bakteri akan kekurangan energi.
- Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dapat dibunuh dengan senyawa ini cukup luas meliputi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif
 >>> bagaimana dengan virus, mikoplasma, jamur dan protozoa ??
- Kelemahan dari disinfektan berbahan dasar klorin adala dapat menyebabkan korosi / karat pada besi di pH rendah (asam) meskipun sebenarnya pH rendah diperlukan untuk mencapai efektivitas optimum disinfektan ini, Klorin juga cepat menjadi tidak aktif jika terpapar senyawa organik tertentu. 

2. Iodin
- Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil.
- Tidak menyebabkan iritasi pada manusia dan hewan Sifatnya stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, virus, mikoplasma, jamur dan protozoa namun tidak aktif mematikan spora.
- Kelemahan iodin diantaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih mahal.

3. Alkohol
- Alkohol merupakan disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis
- Alkohol beraksi dengan mendenaturasikan protein dan melarutkan lemak sehingga membran sel bakteri, jamur dan kapsul virus dapat rusak dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol >>> spektrum luas (bekerja pada virus, mikoplasma, bakteri, jamur dan protozoa)
- Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alkohol dengan konsentrasi 60-90%
- Tidak bersifat korosif terhadap logam, namun cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.

  4. Formaldehida
- Formaldehida atau dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentasi efektif sekitar 8%.
- Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik (pencetus kanker) pada konsentrasi tinggi
- tidak korosif terhadap logam
- dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan.
- Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikroba dengan spektrum luas (Virus, Mikoplasma, Bakteri, Jamur dan Protozoa).
Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik

Dasar pekerjaan desinfeksi:
Sebelum desinfeksi lakukan pembersihan.
1. Kosongkan kandang dan buang litter/ alas, kotoran, sisa - sisa pakan dan lain-lain.
2. Menyapu debu, bulu-bulu rontok dan lain-lain.
3. Mengepel dan menggosok seluruh permukaan dengan deterjen (lebih baik dilakukan dengan sprayer bertekanan tinggi).
4. Membilas semua deterjen dan bahan organik dari permukaan sampai bersih ( pekerjaan ini lebih baik dilakukan dengan sprayer bertekanan tinggi ).

Tatacara Desinfeksi :
1. Semprotkan desinfektan secara merata.
2. Biarkan sampai desinfektan kering dengan sendirinya.
3. Semprotkan sekali lagi desinfektan dan biarkan sampai kering.
4. Masukkan bahan dan peralatan yang sudah di desinfektan dari luar kandang.
5. Kosongkan kandang minimal 2 minggu

Tips Memilih Desinfektan.
Efek mematikan dari desinfektan pada berbagai jenis penyakit (virus, bakteri, fungi, protozoa dan lain-lain ) tergantung dari komposisi bahan kimia yang terkandung dan dikembangkan sesuai dengan jenis organisme (penyakit ).
Pertimbangan dalam memilih desinfektan :
1. Biaya/ harga murah
2. Daya bunuh terhadap kuman tinggi
3. Kinerjanya tetap kuat jika bersamaan / bercampur dengan bahan organic lainnya
4. Toxisitasnya tinggi (tetapi harus relatif aman pada ternak dan pekerja)
5. Tingkat residu rendah
6. Efek kerjanya pada metal dan bahan-bahan lain kecil (tidak merusak peralatan).
7. Waktu kerjanya lama.
Pemilihan tergantung pada kepentingan secara individual, tetapi daya bunuh dan toxisitasnya harus menjadi perhatian khusus. Tidak ada desinfektan yang bekerja secara instan, semua jenis membutuhkan waktu kontak untuk efektif bekerja. Suhu dan konsentrasi desinfektan sangat berpengaruh pada daya bunuh desinfektan tersebut, aktifitasnya meningkat nyata jika temperatur meningkat, maka dari itu melihat label anjuran pabrik sangat penting sebelum melakukan pekerjaan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semua desinfektan berkurang efektifitasnya dengan adanya bahan-bahan organik, karena bahan organik tersebut mengganggu efektifitasnya. Jadi sebelum melakukan desinfeksi, permukaan kandang harus betul-betul bersih.

Tulisan ini diambil dari presentasi:
Yoga Pratama AD. 2016. Desinfektan. Disampaikan pada Acara Pelatihan di Kelompok Nurbarokah Tanggal 17 Juni 2016

No comments:

Nurbarokah Ternak. Powered by Blogger.