Macam-macam Penyakit pada Kambing dan Domba beserta cara mengobatinya

Pemeriksaan Kesehatan (sumber gambar: wartabromo.com )

Macam-macam penyakit yang menyerang domba dan kambing beserta cara mengobatinya. Ini merupakan informasi penting yang harus diketahui oleh peternak kambing dan domba. Pada dasarnya peternak menginginkan ternaknya sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya dan menular. Pada kondisi tertentu penyakit bisa berakibat fatal yang menyebabkan kematian ternak dan merugikan peternak. Penyakit yang menyerang ternak domba dan kambing adalah sebagai berikut:

Diare/mencret

Penyebab : bakteri Escherichia coli yang menyerang anak domba dan kambing berusia 3 bulan
Pengobatan : antibiotika dan sulfa yang diberikan lewat mulut

Radang pusar

Penyebab : alat pemotong pusar yang tidak steril atau tercemar oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Esherichia coli dan Actinomyces necrophorus. Usia domba dan kambing yang terserang biasanya cempe usia 2-7 hari.
Gejala : terjadi pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh domba dan kambing akan kesakitan.
Pengendalian : dengan antibiotika, sulfa dan pusar dikompres dengan larutan rivanol (desinfektan).

Cacar mulut / ORF

Penyakit ini menyerang domba dan kambing usia sampai 3 bulan
Gejala : cempe terserang tidak dapat menghisap susu induknya karena tenggerokannya terasa sakit sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Pengendalian : dengan sulfa seperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicilin.

Titani

Penyebab : kekurangan (defisiensi) kalsium (ca) dan mangan (mn). Domba dan kambing yang diserang biasanya berusia 3-4 bulan.
Gejala : gelisah, timbul kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan.
Pengobatan : dengan menyuntikan larutan Gluconas calcicus dan Magnesium.

Radang Limpa

Penyakit ini menyerang omba dan kambing pada semua usia, sangat berbahaya, penularannya cepat dan dapat menular ke manusia.
Penyebab : bakteri Bascillus anthracis.
Gejala : suhu tubuh tinggi, dari lubang hidung, mulut dan dubur keluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat, tubuh bergetar dan nafsu makan hilang. 
Pengendalian : dengan menyuntikkan antibiotika Procain penicillin G.

Mulut dan Kuku

Penyakit menular ini dapat menyebabkan kematian pada ternak domba dan kambing. Ternak yang diserang adalah pada bagian mulut dan kuku
Penyebab : virus dan menyerang semua usia pada domba dan kambing
Gejala : mulut melepuh diselaputi lender.
Pengendalian : membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan larutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku dilakukan dengan merendam kuku dalam larutan formalin atau Natrium karbonat 4%

Ngorok 

Penyebab : bakteri Pasteurella multocida
Gejala : nafsu makan berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semua usia dapat terserang penyakit ini, domba dan kambing yang terserang penyakit ini terlihat lidahnya bengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar lender berbuih dan sulit tidur.
Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat air minum atau suntikan.

Perut Kembung / tympani

Penyebab : pemberian pakan yang tidak teratur atau makan rumput yang masih diselimuti embun.
Gejala : lambung kambing dan domba membesar dan dapat mengakibatkan kematian.
Untuk itu diusahakan pemberian makan yang teratur jadwal dan jumlahnya mencukupi, serta jangan digembalakan terlalu pagi karena masih banyak mengandung air.

Parasit cacing

Semua kambing dan domba dapat terserang penyakit ini.
Penyebab : cacing Fasciola sp (cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (cacing gelang), cacing Haemonchus contortus (cacing lambung), cacing Thelazia rhodessi (cacing mata).
Pengendalian : diberikan zanil atau valbazen yang diberikan lewat minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti piperazin dengan dosis 220 mg/kg berat tubuh domba.

Kudis 

Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit kambing dan domba pada semua usia. Akibat dari penyakit ini produksi kambing dan domba merosot, kulit menjadi jelek dan mengurangi nilai jual ternak.
Penyebab : parasit berupa tungau yang bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculli dan Chorioptes bovis.
Gejala : tubuh lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya. Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki dan pangkal ekor.
Pengendalian : dengan mengoleskan benzoas bensilikus 10% pada luka, menyemprot domba dengan coumaphos 0,05-0,1%

Pink eye

Penyebab : bakteri
Gejala : mata berair, bengkak, selaput bening jadi keruh kemudian putih, borok dan luka, serta cepat menular.
Pengendalian : antibiotika

Dermatitis 

Adalah penyakit menular pada ternak kambing dan domba, menyerang kulit bibit kambing dan domba.
Penyebab : virus dari sub-group Pox virus dan menyerang semua usia.
Gejala : terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak mata, dan alat genital. Pada induk yang menyusi terlihat radang kelenjar susu.
Pengendalian : menggunakan salep atau jodium tinctur pada luka.

Keracunan tanaman

Diantara rumput-rumput atau dun muda yang mengandung racun dapat membahayakan ternak seperti daun jarak atau daun jawer kotok.
Tanda-tanda klinis ternak yang keracunan adalah mati mendadal dengan cirri mulut berbusa, kejang-kejang, terjadi perdarahan (kotoran berdarah). Jika terjadi keracunan usaha pengobatan jarang berhasil.
Pencegahan: jangan memberikan makanan atau hijauan yang beracun atau jangan menggembalakan ternak di daerah yang banyak tumbuhan beracun. Pengobatan pada keracuna dini (baru) daoat dilakukan pemberian arang aktif (tablet norit) atau diminunkan air kelapa muda.

Sumber: Buku Pemeliharaan dan Perawatan Ternak. Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kab. Tangerang. 2014

No comments:

Nurbarokah Ternak. Powered by Blogger.