Bagian-bagain puyuh yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi




Melanjutkan tulisan sebelumnya Mari beternak burung puyuh, tulisan kali ini adalah membahs bagian-bagian dari burung puyuh yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis. Ada pun bagian-bagian dari burung puyuh yang bisa dimabfaatkan secara ekonomis adalah sebagai berikut:

Telur
Kandungan protein dan lemak telur puyuh lebih baik dibandingkan dengan telur unggas lainnya. Kandungan proteinnya tinggi, tetapi akdar lemaknya rendah. Selain itu rasanya juga lezat dan dapat disajikan dalam aneka bentuk dan rasa. Banhkan telur dipercaya dapat memberikan kekuatan sehingga sering digunakan obat kuat dalam campuran jamu dan anggur.  Telur puyuh sangat baik untuk diet kolesterol karena dapat mengurangi terjadinya penimbunan lemak, terutama di jantung, sedangkan kebutuhan proteinnya tetap mencukupi.
Puyuh betina sudah mulai bertelur pada umur 41 hari. Dalam satu tahun dapat mengahsilkan 250-300 butor telur, yaitu dalam periode selama 9-12 bulan.

Daging
Daging puyuh mengandung 21,10 % protein, sedangkan lemaknya hanya 0,7%. Oleh karena itu, daging puyuh sangat diperlukan oleh penderita penyakit darah tinggi untuk mengurangi konsumsi lemak.
Umunya daging puyuh yang dikonsumsi berasal dari puyuh afkir, yaitu puyuh betina yang kemampuan bertelurnya sudah menurun atau puyuh jantan yang tdiak terpilih sebagai pejantan. Sebaian puyuh jantan sengaja diafkirkan karena bila diternakkan hanya menghabiskan pakan, yang secara otomatis membuat biaya produksi membengkak.
Daging puyuh biasanya dijual di supermarket dalam bentuk karkas, yaitu new York dress dan ready to cook. New York dress adalah tubuh puyuh sudah dibersihkan dari darah dan bulu dalam keadaan utuh, sedangkan pada karkas ready to cook, tubuh puyuh bersih dari darah, bulu, kepala, kaki dan sluruh isi rongga perut kecuali hati, ampela, dan jantunt.

Kotoran
Kotoran puyuh dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman sayuran, tanaman lain dan campuran bahan pakan (konsentrat) ternak. Kotoran puyuh mengandung zat makanan yang tidak tercerna selama melewati saluran pencernaan dan sejumlah hasil metabolism yang masih mempunyai nilai gizi bila diberikan kembali sebagai makanan unggas dan mamalia. Kandungan gizi kotoran puyuh sangat bervariasi, tergantung ransum, temperature lingkungan, kandungan air dan cara penyimpanan serta pengolahnnya. Oleh karena itu, kotoran-kotoran tersebut harus ditangani secara baik agar tidak menimbulkan maslah bagi kesehatan.
Kotoran puyuh juga mengandung zat bersifat pathogen, kandungan serat kasar dan asam urat tinggi, tetapi energinya rendah.
Kotoran puyuh dapat diambil setiap hari karena puyuh banyak mengelurkan kotoran. Pengelolaan kotoran dilakukan dengan mengumpulkan kotoran puyuh dari dropping board (papan penampung tinja) di setiap unit kandang. Kotoran kemudian dijemur atau dioven sampai benar-benar kering, lalu digiling atau ditumbuk sampai halus. Kotoran halus tersebut siap digunakan sebagai campuran pakan ternak. Pengelolaan ini dilakukan dengan memeramkan kotoran dalam keadaan anaerob (tertutup rapat tanpa ada oksigen) sampai keluar belatungnya. Belatung inilah yang dijadikan pakan ternak. Bila hendak dijadikan pupuk kotoran dicampur tanah dengan perbandingan 1;1, terlebih dahulu disimpan selama 1-2 bulan dalam keadaan anaerob hingga matang. Pada saat penyimpanan, terdapat aktivitas mikroba alamiah seperti cendawan, bakteri, protozoa dan cacing.
Hasilnya pengolahan tersebut digunakan sebagai pupuk organic. Peneliti yang dilakukan oleh Riza Za dkk dari Balitvet dan IPB menghasilkan keseimpulan sebagai berikut
·         Penyimpanan kotoran puyuh selama 6 bulan dapat meningkatkan akdar air, kalsium klorida (KCL), kalsium (Ca), kalium (K), magnesium (Mg) dan natirum (Na)
·         Penyimpanan salaam 2 bulan meningkatkan nilai C organic dan N total
·         Kadar fospat (P) yang paling besar diperoleh tanpa penyimpanan terlebih dahulu.
Oleh sebab itu, pemanfaatn kotoran puyuh sebagai pupuk tanaman harus memperhatikan lama penyimpanannya agar unsure hara yang diperlukan tersedia secara maksimal.

Bulu
Bulu puyuh terutama dari jenis puyuh mahkota, gambels quil, atau blue brested quil, dapat diambil karena warnanya sangat bagus. Bulu-bulu yang agak halus, terutama bulu bagian dada dan punggungnya yang besar, dan masih baik kondisinya dikumpulkan dan dijemur sampai agak kering. Setelah itu bulu dapat dijual untuk digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan lukisan bulu yang sekrang mulai marak atau sebagai isi bantal pengganti kapuk, busa atau bulu angsa.
Pemanfaatan bulu lain yaitu sebagai campuran pakan ternak akrena berpotensi sebagai sumber protein hewani dan mineral. Selain itu, bulu puyuh kaya asam amino esensial. Kandungan asam amino dalam tepung bulu sebesar 65%. Energy metabolisme yang dihasilkan bulu mencapai 3,047 kkal/kg, sedangkan protein kasarnya mencapai 86,5 %. Pemanfaatan bulu sebagai pakan ternak harus melewati proses pengolahan terlebih dahulu, tidak hanya dikeringkan dan digiling saja. Bulu harus dihidrolisis atau dimasak terlebih dahulu.
Cara pembuatan tepung bulu puyuh sangat mudah. Langkah pertama cuci bersih bulu-bulu tersebut, lalu jemur kembali sampai kering. Kemudian rebus bulu-bulu kering tersebut selama 1 jam pada suhu 130-140 0C. selanjutnya jemur kembali sampai kering dan tumbuk atau giling.
Beberapa keuntungan menggunakan tepung bulu sebagai pakan diantaranya adalah menekan biaya pengadan ransum, pemanfaatn limbah,keuntungan menggunakan tepung bulu sebagai pakan diantaranya adalah menekan biaya pengadan ransum, pemanfaatan limbah, bernilai ekonomi cukup tinggi, dan sebagai persediaan mineral dan asam amino esensial untuk unggas.
Bersambung ke pemanfaatan Puyuh sebagai hewan laboratorium.

Referensi
Tim Penyusun. 2008. Pedoman Pembibitan Burung Puyuh. Tangerang: Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Tangerang

No comments