Bahan baku pakan tambahan dan pelengkap



· Premix

Premix adalah sebutan untuk suatu suplemntasi vitamin, mineral, asam amino, dan antibiotik, atau penggabungan dari keempatnya. Penggunaan premix mutlak diperlukan jika kandungan nutrisi tersebut dalam pakan tidak lengkap atau tidak mencukupi. Premix bisa dibeli di Poultry shop atau toko ternak unggas dan bisa langsung dibeli ke salesman dari produsen premix.


Tabel 1. Beberapa jenis feed suplement, merek dagang, komposisi, dan dosisnya


Nama Produk


Komposisi


Dosis untuk Ayam








Feed Suplement





Ras Pedaging (%)








Starter


Finisher

Top mix


Vitamin, asam

0,5

0,3





amino, mineral











dan pemacu











pertumbuhan







Vetmix Poultry


Vitamin, asam

0,3

0,3

plus


amino, mineral







Rhodiamix 22


Vitamin, asam

0,5

0,4





amino, mineral







Mineral - A


Vitamin,


2% atau








mineral makro


disesuai











kan











kebutuh











an




 

Sumber : Panduan Produk-produk Veteriner Perusahaan Obat Ternak (2000)




· Asam amino sintetis

Asam-asam amino ini biasanya digunakan dalam ransum ayam untuk menutupi kekurangan akan asam-asam amino tertentu. Secara komersial asam-asam amino sintetis mudah didapat, tetapi harganya biasanya menjadi faktor pembatas dalam penggunaannya. Asam amino sintetis yang umum dan banyak dipakai adalah lysin dan methionin.

Ø DL – Methionin

Bahan ini umumnya mengandung 98 – 99% kandungan methionin. Penggunaannya tergantung kebutuhan. Apabila kandungan methionin dalam pakan sudah cukup, maka tidak diperlukan lagi penambahan methionin sintetis ini. Namun jika komposisi pakan yang dibuat mengandung 95% bahan baku nabati, bahan sintetis ini perlu ditambahkan.

Ø L – Lisin

Asam amino sintetis ini mengandung 60 – 99% lisin. Sama halnya dengan methionin, penggunaannya sesuai dengan kebutuhan. Untuk memperoleh kedua bahan ini, peternak bisa menghubungi distributornya. Beberapa pabrik di Indonesia sudah memproduksi bahan baku ini.



· Pemacu pertumbuhan (Growth Promotor)

Ke dalam pakan ternak unggas perlu ditambahkan pemacu pertumbuhan berupa pemakaian antibiotik dengan dosis rendah. Penggunaannya diyakini dapat mengontrol infeksi subklinis dan memiliki pengaruh terhadap peningkatan laju laju pertumbuhan. Selain itu, penambahan antibiotik ke dalam pakan diharapkan dapat menurunkan konsumsi pakan tetapi menaikkan efisiensi pakan dalam menambah berat badan ternak unggas. Saat ini antibiotik dapat dengan mudah diperoleh di produsen atau importir obat hewan.

Penggunaannya harus sesuai dengan aturan yang tertera di kemasannya, tidak boleh digunakan sembarangan. Beberapa preparat arsen seperti 3 nitro 4 hydroxyphenylarsonic acid dan antibiotik dipercaya dapat meningkatkan efisiensi penggunaan koksidiostat serta membantu pigmentasi kulit ayam ras pedaging.

Tabel 2. Beberapa Jenis Pemacu Pertumbuhan, Merek Dagang, Komposisi dan Dosisnya


Nama Merek


Komposisi


Dosis








Dagang




(ppm)

Flaveco 40


Bambermicin

50
– 250

Albac 15


Zinc Basitrasin 15%

50


BMD 100


Basitrasin Metilen

50
– 100





Disalsilat 10%




Stafac 500


Virgianiamisin 500 g/kg

10
– 40

Stamix 20


Virgianiamisin 20 g/kg

500 – 1.000

Roxarsono


3 Nitro 4 Hydroxyphenyl

50






Arsoni Acid 100%





Arsomix


3 Nitro 4 Hydroxyphenyl

500 – 1.000





Arsoni Acid 5%




 

Sumber : Indeks Obat Hewan Indonesia (2000)

· Koksidiostat (Coccidiostat)

Koksidiostat atau penyakit berah darah hampir pasti menyerang ternak unggas, terutama unggas dewasa. Untuk itu, ke dalam pakan unggas perlu diberikan koksidiostat untuk mencegah penyakit tersebut. Cukup banyak obat yang dapat ditambahkan ke dalam campuran pakan untuk mencegah penyakit ini. untuk mencegah penyakit tersebut. Cukup banyak obat yang dapat ditambahkan ke dalam campuran pakan untuk mencegah penyakit ini. Bahan yang dapat dicampurkan adalah Bambermycin, Amprolium, Monensin, Nikarbasin, Neomisin, Salinomisin, dan Sulfakuinoxalin yang tersedia dalam berbagai merek paten. Dosis yang ditambahkan sekitar 500 ppm atau tergantung jenisnya. Perlu diperhatikan, dosis dan aturan pakai harus sesuai dengan aturan yang tertera di kemasannya.


· Anti jamur (Anti-Mold)

Apabila kita menggunakan bahan baku pakan yang mudah berjamur, seperti bungkil keplapa, mutlak diperlukan penambahan antijamur. Antijamur mengandung asam propio nat, asam asetat, asam sorbat, atau kombinasi dari

beberapa preparat tersebut. Dosis yang ditambahkan sekitar 0,09 – 0,1%. Penggunaannya harus sesuai dengan aturan.
· Anti racun (Antitoxic)

Bahan baku kelompok bungkil biasanya akan mudah berjamur. Jamur ini kemudian akan mengeluarkan racun bagi ternak dan akan mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat. Untuk dapat menetralkan kandungan racun perlu ditambahkan antiracun. Namun antiracun ini tidak perlu digunakan apabila kita sudah memberikan antijamur ke dalam bahan baku pakan. Artinya, dengan tidak adanya jamur, tentu tidak muncul racun dari jamur tersebut.

· Antioksidan (Antioxidant)

Antioksidan digunakan sebagai bahan pengawet pakan dan melindunginya dari kerusakan akibat kelembaban dan suhu lingkungan yang tinggi, pengaruh cahaya matahari, dan reaksi-reaksi zat asam. Reaksi oksidasi akan menurunkan kualitas pakan, merusak dan menghalangi terserapnya kandungan nutrisi dalam pakan. Ada beberapa jenis antioksidan yang biasa digunakan untuk membuat pakan ayam ras pedaging, diantaranya BHT (Butylated Hydroxy Toluen), BHA (Butylated Hydroxy Anisol), EQ (Etoxyquin), dan PG (Prophyl Gallate). Di pasaran banyak tersedia antioksidan yang merupakan kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Antioksidan ditambahkan ke dalam pakan sebanyak 125 – 250 ppm.

Tabel 3. Ketahanan Bahan Baku Pakan Ternak

dengan atau tanpa Pengawet


Nama Bahan Baku


Dengan


Tanpa










Pakan


Antioksidan BHT


Antioksidan












Bekatul


26 – 27 hari


14 hari









Bungkil kacang


42 – 49 hari


21 hari

tanah
















Tepung ikan


45 – 52 hari


25 hari









Campuran bekatul,


28 – 42 hari


14 hari

tepung ikan








Bungkil kacang


tanah








 

 

Sumber : Pedoman Meramu Pakan Unggas, Bambang Agus Murtidjo (1987)

· Perekat (Binder)

Bahan perekat atau binder diperlukan dalam proses pencetakan pelet. Fungsinya sebagai pengikat antar komponen bahan baku, sehingga tidak mudah terurai atau berubah kembali menjadi bentuk tepung. Dalam pakan ayam ras pedaging, binder tidak mutlak diperlukan, kecuali jika membuat pakan ikan. Dengan pemberian uap atau pengukusan akan terbentuk pati yang berasal dari bahan baku pakan ayam ras pedaging yang berfungsi sebagai perekat. Saat ini banyak perekat sintetis yang bisa diperoleh di distributor atau importir bahan kimia. Sebagai bahan perekat bisa juga digunakan bahan alami. Bahan perekat ditambahkan dengan jumlah sekitar 2%.

· Zat pemberi pigmen

Zat pemberi pigmen berfungsi untuk memberikan warna kuning di bagian kaki dan kulit ayam ras pedaging, sehingga penampilan fisiknya lebih menarik. Sebagai pemberi warna bisa digunakan beta-karoten atau apokarotenoat dalam bentuk murni (pure) atau sediaan premix seperti beta karoten 10% dan apokarotenoat 10%. Penggunaan zat pemberi warna sedikit sekali, sekitar 20 – 30 ppm. Harganya per kilogram sangat mahal, sehingga pemakaian bahan ini sebenarnya tidak ekonomi. Jika akan digunakan, cukup ditambahkan ke dalam pakan finisher. Jika penggunaan jagung kuning di atas 50%, pakan tidak perlu ditambahkan pigmen ini lagi. Apabila masih kurang, bisa juga digunakan sumber hijauan yang mempunyai kandungan xanthofil, seperti khlorela, rumput laut, tepung alfafa, dan tepung daun lamtoro.


Tabel 4. Kisaran Xanthofil pigmen dalam bahan baku pakan
 


Nama Bahan Baku


Kandungan


Kisaran Variasi








Rata-rata


Pakan




(mg/kg)




(mg/kg)












Jagung kuning
15

5
– 25





Tepung rumput
200

80
– 700





Tepung alfafa
150

50
– 500






Khlorela
4.000









Tepung daun lamtoro
660













 

Sumber : Nutrisi Aneka Ternak Unggas, H. R. Anggorodi (1995)

· Pengharum (Flavour)

Untuk menambah daya rangsang ayam terhadap pakan, bisa juga ditambahkan pengharum yang beraroma khusus, biasanya berasal dari ekstrak tumbuhan. Pengharum ini dapat diperoleh di importir obat ternak atau toko-toko kimia. Bahan yang bisa dibeli di toko kimia seperti pengharum yang beraroma vanila. Penggunaan pengharum dalam pakan tidak mutlak. Tidak semua pakan komersial pabrik menggunakan pengharum. Dengan menggunakan bahan baku berkualitas baik akan dihasilkan pakan dengan aroma yang khas. Proses pencetakan pelet melalui tahapan penguapan (steaming) akan memberikan aroma yang lebih merangsang ayam untuk meningkatkan konsumsi pakan.
· Pewarna pakan (Feed Colour)

Secara naluri, ternak unggas menyukai pakan berbentuk butiran dan berwarna kuning. Karena itu beberapa pabrik pakan menambahkan pewarna ke dalam pakan. Zat pewarna pakan berfungsi untuk meningkatkan keinginan ternak dalam mengonsumsi pakan. Pewarna pakan ini bisa diperoleh di toko-toko kimia. Penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Bahan pakan juga dapat dikelompokkan menjadi butir-butiran, bahan sisa pengolahan butir-butiran, hijauan, bahan pakan sumber protein hewani, bahan pakan sumber protein nabati, produk samping susu, mineral dan asam amino sintetis.

· Butir-butiran (Serealia)

Pada umumnya, bahan pakan ternak butir-butiran mempunyai kandungan energi yang tinggi. Butir-butiran merupakan sumber energi utama bagi ternak dan 60% atau lebih terdapat dalam ransum. Kandungan karbohidrat pada butir-butiran mencapai 83% dan sekitar 60% berupa pati. Kandungan serat kasar sekitar 0,5 – 12%. Kandungan lemak rendah yaitu <5 adalah="" antara="" bagaimana="" bahan="" banyak="" barley="" beras.="" butir-="" butir-butiran="" butiran="" dalam="" dan="" di="" digunakan="" dimana="" ditentukan="" gandum="" indonesia="" jagung.="" jagung="" kandungan="" kecuali="" kondisi="" lain="" negara="" nilai="" nutrisi="" padi="" pakan="" rendah="" sorghum="" span="" triticale.="" umum="" vitamin="" yang=""> butiran tersebut ditanam. Beberapa bahan pakan butir-butiran adalah ;

Padi

Jagung

Sorghum

Barley

Gandum



· Bahan sisa pengolahan butir-butiran

Bahan sisa pengolahan butir-butiran sebagian besar sudah tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi manusia, namun masih mempunyai nilai nutrisi untuk ternak. Bahan-bahan ini antara lain dedak halus, bekatul, pollard, wheat pollard, wheat gluten, corn gluten. Beberapa bahan pakan sisa pengolahan butir-butiran adalah :
Dedak Halus

Bekatul

Rice Pollard

Wheat Pollard

Corn Gluten

DDGS

Onggok

Tepung Tapioka

Tepung Gaplek

Tetes (Molases)

Bungkil Kelapa Sawit

Kulit Kedelai

Kulit Kopi



Referensi: Agribisnis Pakan Ternak Unggas. 2013. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbud.


No comments