Kebutuhan Nutrisi Ayam Ras Pedaging dan Petelur


1. Kebutuhan Nutrisi Ayam Ras Pedaging (Broiler)

Kebutuhan gizi ayam ras pedaging (ayam broiler) dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok umur yaitu: umur 0 – 3 minggu (starter), dan 3 – 6 minggu (finisher). Jenis kebutuhan gizi ayam pedaging hanya dibatasi pada yang paling penting saja yaitu : protein, energi, asam amino lisin, metionin, dan asam amino metionin dan sistin, kalsium (Ca), dan fosfor (P) tersedia atau P total (Tabel 2). Kebutuhan protein untuk ayam pedaging umur 0 – 3 minggu adalah 23% dengan minimum 19% dan turun menjadi 20% dengan anjuran minimum 18% pada ayam pedaging yang berumur 3 – 6 minggu. Kebutuhan gizi lainnya seperti lisin, metionin, metionin + sistin, Ca dan P juga menurun seperti kebutuhan protein yaitu menurun sesuai dengan bertambahnya umur ayam pedaging. Seperti telah disebutkan sebelumnya, terdapat 12 asam amino esensial untuk unggas, akan tetapi pada umumnya hanya asam amino metionin dan lisin saja yang kurang terutama jika menggunakan formula utama jagung dan bungkil kedelai. Kebutuhan metionin dan sistin juga dicantumkan untuk menghindari dirubahnya metionin menjadi sistin pada pakan yang defisiensi asam amino sistin dan menyebabkan ternak unggas bahkan menjadi defisiensi metionin. Pada formula pakan tertentu, asam amino treonin, triptofan dan asam amino arginin juga defisien. Kebutuhan energi sama untuk semua umur yaitu 3200 kkal EM/kg pakan dengan kandungan energi minimum 2900 kakl EM/kg. Sebagian P dalam bahan pakan tidak tersedia karena terikat di dalam asam fitat. Ketersediaan P dalam bahan pakan asal hewan (75 – 110%) lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan P (12 – 50%). Oleh karena itu, kebutuhan P kadang-kadang dicantumkan dalam dua nilai yaitu kebutuhan P total, dan kebutuhan P tersedia.

Kebutuhan protein dan asam amino unggas menurut SNI (2008) untuk ayam pedaging selalu lebih rendah dibandingkan dengan NRC (1994). Kemungkinan hal ini terjadi karena SNI mencantumkan kebutuhan minimum yang berarti dapat saja lebih dari nilai kebutuhan gizi tersebut atau sama dengan nilai anjuran NRC (1994). Akan tetapi, yang paling penting dipertimbangkan adalah tingkat konsumsi gizi dalam satuan berat/ekor/hari, bukan konsentrasi gizi seperti % atau g/kg. Pada konsumsi pakan yang tinggi, konsentrasi gizi dapat diturunkan dan pada tingkat konsumsi pakan yang rendah, konsentrasi gizi harus dinaikkan untuk menjamin terpenuhinya berat gizi yang dikonsumsi/ekor/hari. Penjelasan ini juga berlaku pada kebutuhan gizi yang dianjurkan oleh SNI (2008) untuk unggas lainnya seperti untuk ayam ras petelur, ayam kampung, dan burung puyuh.


Tabel 2. Kebutuhan Nutrisi Ayam Ras Pedaging (Broiler)

Nutrisi


Starter (0 – 3


Finisher ( 3 – 6






minggu)



minggu)











Kadar air (%)


10,00 (maks.14,0)


10,00 (maks. 14,0)


Protein (%)


23 (min. 19,0)


20 (min. 18,0)


Energi (Kkal EM/kg)


3200 (min. 2900)


3200 (min. 2900)


Lisin (%)

1,10
(min. 1,10)

1,00
(min. 0,90)


Metionin (%)

0,50
(min. 0,40)

0,38
(min. 0,30)


Metionin + sistin (%)

0,90
(min. 0,60)

0,72
(min. 0,50)


Ca (%)

1,00
(0,90 – 1,20)

0,90
(0,90 – 1,20)


P tersedia (%)

0,45
(min. 0,40)

0,35
(min. 0,40)


P total (perkiraan, %)


(0,60 – 1,00)


(0,60 – 1,00)



Sumber: NRC (1994); ( ) SNI (2008)


2. Kebutuhan Nutrisi Ayam Ras Petelur

Kebutuhan gizi ayam ras petelur dikelompokkan ke dalam empat kelompok umur seperti pada Tabel 3, yaitu : 0 – 6 minggu (starter), 6 – 12 minggu (grower), 12 – 18 minggu (developer), dan > 18 minggu (layer). Kadang-kadang kebutuhan nutrisi untuk ayam petelur yang sudah berproduksi dibagi lagi menjadi dua fase yaitu fase 1 (awal) dan fase 2 (akhir). Seperti pada ayam ras pedaging, hanya dibubuhkan kebutuhan protein, energi, asam amino lisin, metionin, dan asam amino metionin dan sistin, kalsium (Ca), dan fosfor tersedia (P tersedia) atau P total (Tabel 3). Kebutuhan protein untuk ayam petelur berumur 0 – 6 minggu adalah 18% dan turun menjadi 16% dengan minimum 15% pada ayam petelur yang berumur 6 – 12 minggu dan turun lagi menjadi 15% untuk ayam petelur berumur 12 – 18 minggu, kemudian naik menjadi 17% dengan minimum 16% pada umur > 18 minggu atau pada saat ayam telah mulai bertelur. Pola kenaikan kebutuhan protein ini juga sama dengan kenaikan kebutuhan, lisin, metionin, asam amino metionin dan sistin, kalsium (Ca), fosfor (P) tersedia dan P total karena kebutuhan semua nutrisi tersebut meningkat begitu ayam mulai bertelur. Sebaliknya, kebutuhan energi praktis sama yaitu berkisar dari 2850 – 2900 kkal EM/kg pakan untuk seluruh umur. Seperti halnya pada kebutuhan gizi ayam pedaging, kebutuhan protein dan asam amino ayam petelur anjuran SNI (2008) pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan NRC (1994).

Disamping SNI (2008) menggunakan nilai minimum, NRC (1994) mencantumkan kebutuhan gizi sesuai konsumsi pakan ayam petelur. Dengan demikian, tingkat konsumsi pakan menentukan persentase gizi dalam pakan. Persentase gizi dalam pakan menurun pada ayam petelur yang tingkat konsumsinya naik. Sebagai contoh: kebutuhan asam amino lisin ayam petelur pada tingkat konsumsi pakan 80 g/ekor/hari = 0,86% dan turun menjadi 0,69% pada tingkat konsumsi pakan sebanyak 100 g/ekor/hari. Jika dihitung kebutuhan lisin dalam unit g/ekor/hari, maka nilai kedua tingkat persentase lisin yang berbeda di atas persis sama yaitu0,69 g lisin/ekor/hari (0,86/100 x 80 = 0,69/100 x 100 = 0,69). Kandungan protein pakan dapat diturunkan sekitar 10% dari rekomendasi NRC (1994) dengan menggunakan asam amino sintetis yang tingkat kecernaannya lebih tinggi dari asam amino dalam pakan. Tingkat protein dalam pakan sebaiknya “cukup”, karena kelebihan kandungan protein dan asam amino dalam pakan unggas menyebabkan harga pakan naik dan juga mengakibatkan polusi lingkungan.
Tabel 3. Kebutuhan Nutrisi Ayam Ras Petelur












Nutrisi



Umur (minggu)





0 – 6

6 – 12
12 – 18

> 18 (layer)



(starter)

(grower)
(developer)



Kadar air

10,00
10,00
10,00

10,00
(%)

(maks. 14,0)

(maks. 4,0)
(maks. 14,0)

(maks. 14,0)

Protein (%)

18,00
16,00
15,00

17,00



(min. 18,00)

(min. 15,00)


(min. 16,00)

Energi

2850
2850
2900

2900

(Kkal/kg)

(min. 2700)

(min. 2600)


(min. 2650)

Lisin (%)

0,85
0,60
0,45

0,52



(min.0,90)

(min. 0,50)


(min. 0,80)

Metionin

0,30
0,25
0,20

0,22
(%)

(min. 0,40)

(min. 0,30)


(min. 0,35)

Metionin +

0,62
0,52
0,42

0,47

sistin (%)

(min. 0,60)

(min. 0,50)


(min. 0,60)

Ca (%)

0,90
0,80
0,80

2,00



(0,90 –1,20)

(0,90–1,20)


(3,25 – 4,25)

P tersedia

0,40
0,35
0,30

0,32
(%)

(min. 0,35)

(min. 0,35)


(min. 0,32)

P total

(0,60 –1,00)

(0,60 – 1,00)
(0,60 – 1,00)

(0,60 – 1,00)

(perkiraan,







%)








 

Sumber: NRC (1994); ( ) SNI (2008)

No comments