Kebutuhan Nutrisi Ternak Unggas



Kebutuhan nutrisi ternak unggas berbeda sesuai dengan jenis unggas, bangsa, umur, fase produksi, dan jenis kelamin. Kebutuhan nutrisi tersebut mencakup protein, asam amino, energi, Ca, dan P serta kadang-kadang dicantumkan untuk tingkat konsumsi pakan/ekor/hari. Bahkan dalam literatur dapat ditemukan estimasi pertambahan bobot badan, konsumsi pakan serta efisiensi penggunaan pakan untuk unggas yang diekspresikan ke dalam Feed Conversion Ratio (FCR). Kebutuhan vitamin dan mineral lainnya umumnya sudah terpenuhi dengan mencampurkan premix (campuran berbagai vitamin dan mineral) ke dalam campuran pakan.

Panduan maksimum khusus dibutuhkan untuk kadar air pakan yaitu 14% (kurang dari 14%) untuk menjamin kesegaran pakan terutama untuk menghindari pertumbuhan jamur. Hal ini berarti bahwa semakin sedikit kadar air pakan akan semakin baik. Sebagai contoh, kadar air 10% lebih tahan disimpan dibandingkan dengan kadar air di atas 14%. Rekomendasi SNI (2008) untuk nilai minimum, dimaksudkan agar berhati-hati dalam menyusun formula pakan. Kandungan nutrisi pakan tersebut sebaiknya lebih dari nilai minimum atau setidaknya sama. Nilai minimum tertera untuk kebutuhan gizi protein, energi, asam amino lisin, metionin, serta metionin dan sistin. Kandungan protein pakan itik petelur dapat diturunkan 15% dari rekomendasi, asalkan kandungan asam amino lisin, metionin dan triptofan sesuai dengan nilai rekomendasi.

Disamping itu, kecernaan nutrisi dalam setiap bahan pakan juga berbeda-beda sesuai bahannya sehingga ketersediaan gizi untuk diserap dan dimanfaatkan tubuh juga berbeda dari satu bahan ke bahan lain. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi ternak sering ditetapkan nilainya termasuk nilai safety margin untuk mengantisipasi perbedaan kecernaan nutrisi pada berbagai bahan pakan tersebut. Kebutuhan protein dan asam amino adalah kebutuhan protein kasar dan asam amino total. Kebutuhan asam amino tercerna lebih rendah yaitu sekitar 90 – 92% dari kebutuhan asam amino total. Dengan tersedianya kebutuhan gizi ternak unggas ini, diharapkan para peternak dapat menyusun formula pakan yang memenuhi kandungan gizi pakan sesuai rekomendasi untuk memperoleh produktivitas dan efisiensi produksi ternak yang tinggi.


Tabel 1. Kebutuhan Nutrisi (Energi Metabolis dan Protein)
Bagi Ternak Unggas







Kebutuhan Nutrisi










No.


Jenis Unggas


Energi


Protein














Metabolis












(%)








(Kkal/kg)














1.


Ayam Pedaging (Broiler)



















a. Starter (0 – 3 minggu)
3.200

23














b. Finisher (> 3 minggu –
3.200

20





panen)
















2.


Ayam Petelur (Layer)



















a. Starter (0 – 6 minggu)
2.900

18














b. Grower (7 – 14 mnggu)
2.900

15














c. Developer (15 – 20
2.900

12





minggu)



















d. Layer (> 20 minggu)
2.900

16











3.


Itik



















a. Starter (0 – 4 minggu)
2.900

20














b. Grower (5 – 12 mnggu)
2.900

18














c. Developer (13 – 19
2.900

16





minggu)



















d. Layer (> 19 minggu)
2.900

19











4.


Puyuh



















a. Starter (0 – 3 minggu)
3.000

24














b. Grower (4 – 5 mnggu)
3.000

20














c. Layer (> 6 minggu)
3.000

20















 Sumber : NRC (1994)

No comments