Pembiakan Vegetatif dengan Merunduk


Pembiakan vegetatif dengan cara merunduk, sering juga disebut dengan cangkok tanah, cangkok runduk, atau memumbun. Memang pada prisipnya cara merunduk ini sama dengan mencangkok, karena keduanya sama-sama memerlukan media guna menumbuhkan akar pada cabang, tapi merundukkan tidak membutuhkan akarpada cabang, tetapi merunduhkan tidak membutuhkan pembungkus.






Gambar 1. Pembiakan secara merunduk

Merunduk ini dilakukan pada tanaman-tanaman yang sulit untuk distek, misalnya pada apel liar untuk batang bawah sedangkan kita ingin perbanyak tanaman itu dengan cepat dan dalam jumlah yang besar. Caranya ialah batang tanaman itu dirundukkan (dibengkokkan) mendatar ketanah dan ditimbuni tanah tipis. Setelah mata pada tiap-tiap ruas itu tumbuh dan tunas-tunasnya berakar, barulah batang itu dipotong untuk ditanam. Cara ini adalah sangat mudah dikerjakan dan tidak banyak memerlukan tenaga, sedangkan hasilnya pun tinggi.

Tanaman yang dapat dikembangbiakan secara merunduk jenisnya sangat sedikit. Jenis tanaman yang mempunyai cabang panjang dan lentur yang umumnya dapat dirundukkan. Tanpa disengaja tanaman seperti ini kadang-kadang juga dapat melakukan pembiakan vegetative sendiri atau sering juga disebut rundukan secara alamiah. Karena bagian tepi atau ujung cabang yang terkulai cenderung berakar bila bersetuhan dengan tanah (Wudianto, 2002).



Merunduk dapat dilakukan pada batang beberapa jenis tanaman yang secaranormal berdiri tegak kemudian dibengkokkan hingga menyentuh tanahsehingga akan segera berakar pada mawar. Merunduk dapat dibedakan menjadi :

a) Merunduk biasa

Cabang tanaman dirundukkan dan ditimbun dengan tanah, kecuali ujung cabangnya. Setelah membentuk akar, cabang atau batangnya dipotong, sehingga diperoleh tanaman baru. Cara ini dapat dikerjakan pada mawar, jambu air, dan arbel
b) Merunduk majemuk

Seluruh batang dirundukkan kemudian ditimbuni tanah pada beberapa tempat atau seluruh tempat. Cara ini dapat dikerjakan pada tanaman soka dan anggur.

Referensi:
Pengembangbiakan Tanaman untuk SMK kelas 10---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008

No comments